KEHIDUPAN SEKSUAL DI JEPANG

RUMAH BERCINTA

kehidupan seksual di jepang
house 18+
Rumah untuk pria yang tidak mau menikah.

Dari banyaknya pria jepang yang tidak mau menikah mereka akan mendatangi rumah itu untuk  berbagi kasih dengan wanita ++. tapi tidak sedikit juga pria yang sudah menikah masih saja mendatangi rumah itu. 

Berbicara tentang pernikahan sepertinya pria jepang lebih memilih untuk membeli perempuan dari pada memilih untuk menikah. tidak memandang dari kalangan menengah atau  atas. 



JEPANG terkenal karena banyak hal dan sex adalah salah satunya. selain memiliki industri pornografi dan alat bantu seks yang paling banyak di dunia jepang juga menayangkan iklan televisi dan menyiarkan untuk produk-produk yang menurut mereka lumrah  dengan menampilkan tema-tema bernuansa seksual. festival patung penis setinggi hampir dua meter juga ada.




Setiap tahun, pada  bulan April, ribuan orang di Jepang memadati jalan raya Kota Kawasaki, sebelah selatan Tokyo. Mereka beramai-ramai merayakan Kanamara Matsuri atau "hari alat kelamin pria", baik laki-laki maupun perempuan.




Membahas tentang hubungan orang jepang yang katanya tidak tertarik untuk  berkencan atau menikah. kebanyakan orang jepang memang berpendapat bahwa sebagian besar orang Jepang tidak memiliki hasrat pada seks. Jumlah pria dan wanita yang tidak memiliki pengalaman seksual berkurang sesuai dengan bertambahnya usia. kebanyakan dari mereka yang tidak mempunyai hasrat untuk bercinta adalah mereka yang sudah lanjut usia dan mereka sudah tidak mau memikirkan untuk menikah dan lebih mementingkan bekerja untuk menyambung hidup.



Bagaimana dengan perempuan jepang yang masih muda?

Menikah merupakan cita-cita yang paling di inginkan bagi para wanita di dunia. Dengan menikah bersama pasangan yang tepat, tentu hidup akan menjadi lebih mudah dan sangat berbeda. Jika selama ini semuanya dilakukan sendiri dan setelah menikah maka apa pun itu akan menjadi tanggung jawab berdua. Menjalani kehidupan mandiri berdua memang sangat menyenangkan walaupun nantinya tanggung jawabnya akan membesar.

Ketika seorang wanita Jepang menikah, dia harus siap menjadi ibu rumah tangga. Kegiatannya diharuskan untuk mengurus keperluan rumah dan anak-anak. Kegiatan yang hanya berkutat dengan pekerjaan rumah tersebut dianggap pekerjaan yang sia-sia bagi wanita Jepang. Sehingga hampir seluruh wanita Jepang anti menjadi ibu rumah tangga.

Karier merupakan hal yang lazim bagi wanita-wanita Jepang. Biaya hidup yang tinggi, menuntut mereka untuk menjadi pekerja keras. Bukan tidak mungkin apabila naik jabatan, maka gaji yang didapat akan lebih besar. Dengan pendapatan yang besar, maka kenyamanan dan kelayakan hidup mudah didapatkan. Sehingga menikah bukan menjadi masalah besar bagi wanita Jepang.

Sebagian besar wanita Jepang akan memilih untuk tetap bekerja meskipun telah menjadi istri. Namun ada kendala juga ketika seorang istri bekerja karena pria Jepang menginginkan istri bekerja part time, bukan full time. Pria Jepang tidak mau urusan rumah terbengkalai karena istri bekerja apabila sang Istri bekerja fulltime. Karena bagi pria Jepang, wanita yang rajin mengurus rumah tangga adalah istri dambaan.


Alasan klasik yang sering diucapkan ketika ditanya kenapa enggan menikah adalah tidak menemukan pasangan hidup yang cocok. Daripada hidup dengan pria yang tidak sesuai dengan kriteria, akan lebih baik bagi wanita Jepang untuk hidup sendiri. Mereka tidak berani ambil resiko bercerai di tengah jalan karena prosedur mengurus pernikahan membutuhkan biaya dan cukup rumit.


Kebanyakan wanita jepang yang masih muda akan lebih memikirkan pekerjaan dan menunda untuk menikah dan kata pernikahan tidak terpikirkan untuk wanita jepang yang masih muda (mada kimattenai) begitu kata orang jepang.


Baca juga : budaya jepang 





Jepang memiliki begitu banyak tradisi unik. Mungkin bahkan tabu jika dilihat dari sudut pandang dengan budaya lain. Salah satunya yang berkaitan dengan seks. Tampaknya, budaya tradisional Jepang menganggap seks sebagai sesuatu yang luhur. Meskipun tidak seterbuka orang barat dalam urusan seks

Meskipun begitu, ada hal yang aneh dari budaya Jepang itu sendiri. Jika seks bebas dianggap biasa dan bukan merupakan hal tabu, lain halnya dengan berciuman atau bermesraan di depan umum. Hal ini malah dianggap tidak sopan dan tidak menghormati orang lain sebaigian besar oleh masyarakat Jepang. Ini sangat kontradiktif dengan adanya banyak museum seks yang tersohor di Jepang dan praktek prostitusi yang meskipun berstatus ilegal secara undang-undang, tapi tidak begitu dipusingkan oleh masyarakatnya.


LihatTutupKomentar
loading...