MENGENAL KOTA HIROSHIMA DAN BOM ATOM AMERIKA SERIKAT

HIROSHIMA CITY

MENGENAL KOTA HIROSHIMA DAN BOM ATOM AMERIKA SERIKAT

Museum perdamaian yang letaknya di episentrum ledakan atom. Tempat di mana bom dijatuhkan pada akhir Perang Dunia II. Sebelumnya adalah merupakan bagian politik dan kota komersial, dan sampai saat ini masyarakat Jepang memutuskan untuk tidak membangun kembali dan tetap menjadi fasilitas peringatan perdamaian.


Saya berharap banyak orang yang mengunjungi hiroshima untuk belajar budaya dan merenungkan tentang betapa pentingnya perdamaian. Gambar foto itu adalah tempat untuk berdoa khusus untuk para korban, anda bisa datang ke taman ini tiap tanggal 6 Agustus untuk doa bersama.  


Pada tahun terakhir Perang dunia II, 
Hiroshima adalah target utama misi pengeboman nuklir pertama pada tanggal 6 Agustus.



Genbaku dome


Sebuah rangkain peristiwa akan membuat hiroshima tercatat dalam sejarah untuk alasan yang lebih inspiratif dibandingkan bom atom. Hiroshima nama yang begitu melekat di telinga dengan serangan bom atomnya saat perang dunia ke II. Bangunan yang masih berdiri itu adalah saksi bisu saat kekejaman pada masa itu. 

Hiroshima Peace Memorial atau dikenal sebagai Genbaku Dome adalah monumen penting bagi masyarakat Jepang. Di tempat inilah Bom atom pertama di jatuhkan di jepang.



Foto Jalan Raya Hiroshima saat ini



Jepang rata dengan tanah setelah di bom nuklir oleh amerika serikat (AS) ini adalah merupakan serangan bom nuklir pertama di dunia yang mengubah sejarah, yakni berakhirnya perang dunia II .

Di ambil foto dari dalam museum Genbaku Dome


litle boy


Little boy adalah sebuah kode nama yang di berikan kepada senjata nuklir yang di jatuhkan di hiroshima, japan pada hari senin , 6 Agustus 1945. di 
Di jatuhkan dari sebuah pesawat B-29 Flying Superfortees bernama Enola Gay yang di piloti oleh Letcol, Paul W. Tibbets, dari sekitar ketinggian 9.450 m (31.000 kaki). 
Senjata ini meledak pada 8.15 pagi ( waktu jepang ) Sebuah bom atom dengan nomor B-29 meluncur tepat di atas Hiroshima ketika dia mencapai ketinggian 550 meter.
MK l "Little boy" memiliki panjang 3 m, Lebar71 cm, dan Berat 4000 kg. 
Sepersekian detik, Kota Hiroshima sunyi. Mayarakat yang berada di dekat bangunan langsung mati seketika. Dan masyarakat yang berada dalam radius 5 km di temukan lemas tak bernyawa. Lebih dari 100.000 jiwa lenyap dalam serangan .



Foto di ambil dari dalam museum Genbaku Dom


Masuk ke dalam museum dan mendengarkan kisah cerita dari radio yang di berikan kepada setiap pengunjung membuat saya ngeri mendengarnya, foto itu menceritakan sebuah keluarga yang terkena ledakan bom nuklir, seorang anak perempuan yang menjerit memanggil ibunya karena tidak kuat menahan panasnya luka bakar. Banyak dari mereka yang merasakan efek panas nuklir.  


Potongan baju yang di kenakan korban


Korban Pascaserangan

Sekitar 1.900 korban tewas akibat kanker dapat di telusuri penyebabnya pada efek bom atom,
Kajian epidemilogi oleh RERF menyatakan bahwa sejak tahun 1950 sampai 2000, 46 % penderita leukemia yang meninggal dan 11 % penderita kanker padat yang meninggal di kalangan penyitas bom di akibatkan oleh radiasi bom.


potongan koran yang sampai sekarang terpasang di museum hiroshima
Obama berbicara tidak hanya orang Jepang yang tewas tetapi juga orang-orang dari negara lain, termasuk 12 orang Amerika


Ada banyak situs di seluruh dunia yang mencatat perang ini. Peringatan yang menceritakan kisah keberanian dan kepahlawanan. Kuburan dan kamp-kamp kosong yang menggemakan kebobrokan yang tak terkatakan. Namun dalam gambar awan jamur yang naik ke langit ini, kita paling diingatkan tentang kontradiksi inti manusia, dari percikan yang menandai kita sebagai spesies, pikiran kita, imajinasi kita, bahasa kita, pembuatan peralatan kita, kemampuan kita untuk memisahkan diri dari alam dan membengkokkannya sesuai keinginan kita. Hal-hal itu juga memberi kita kapasitas untuk kehancuran yang tak tertandingi, ”kata presiden.


Peace Memorial Park di Hiroshima, Jepang.


Obama membuat sejarah, menghadapi masa lalu di Hiroshima



Baca juga : Budaya Jepang


LihatTutupKomentar
loading...